Banjarbaru, 24 Oktober 2026 – Program Studi Sarjana Terapan Sanitasi Lingkungan, Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Banjarmasin melaksanakan Asesmen Lapangan (AL) dalam rangka reakreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) pada 21–24 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi kesehatan secara berkelanjutan.
Sebelumnya, Program Studi Sarjana Terapan Sanitasi Lingkungan telah memperoleh akreditasi Unggul. Melalui proses reakreditasi ini, program studi menjalani evaluasi terhadap capaian mutu, pemenuhan standar pendidikan, tata kelola, serta kualitas penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi.
Kegiatan asesmen lapangan berlangsung di Kampus Poltekkes Kemenkes Banjarmasin, Jalan Mistar Cokrokusumo No. 1A, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Tim asesor LAM-PTKes terdiri atas Winarko, SKM., M.Kes. dan Dr. Fridawaty Rivai, SKM., M.Kes. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Banjarmasin, Dr. H. Mars Khendra Kusfriyadi, STP., MPH.
Pada hari pertama, Rabu, 21 Oktober 2026, kegiatan diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan visitasi lapangan. Tim asesor meninjau berbagai sarana dan prasarana pendukung pembelajaran, meliputi laboratorium, mini hospital, ruang kelas, klinik, ruang pengelola program studi, ruang dosen, serta fasilitas penunjang lainnya. Peninjauan ini bertujuan melihat secara langsung kesiapan fasilitas dalam mendukung proses pembelajaran dan pencapaian kompetensi lulusan.
Pada Kamis, 22 Oktober 2026, agenda asesmen meliputi presentasi oleh pimpinan Unit Pengelola Program Studi (UPPS) dan Program Studi (PS), serta klarifikasi dokumen Laporan Evaluasi Diri (LED). Tim asesor juga melaksanakan wawancara dengan pemangku kepentingan internal, yaitu lima orang perwakilan dosen, lima orang tenaga kependidikan, dan delapan orang mahasiswa.
Wawancara dengan pemangku kepentingan eksternal turut melibatkan perwakilan wahana praktik, mitra fasilitas pelayanan kesehatan, rumah sakit, industri, pengguna lulusan, organisasi profesi Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI), serta alumni. Pelibatan berbagai pihak ini menjadi bagian penting dalam memperoleh masukan mengenai kualitas pembelajaran, relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja, dan kemitraan dalam pengembangan program studi.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penutupan asesmen lapangan pada Jumat, 23 Oktober 2026. Seluruh tahapan asesmen menjadi kesempatan bagi program studi untuk menunjukkan capaian kinerja, mengevaluasi pemenuhan standar mutu, serta memperoleh masukan dan rekomendasi dari tim asesor sebagai bahan perbaikan berkelanjutan.
Pelaksanaan reakreditasi ini menegaskan komitmen Poltekkes Kemenkes Banjarmasin dalam memperkuat budaya mutu dan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi kesehatan. Capaian akreditasi Unggul sebelumnya menjadi landasan untuk terus mengembangkan tata kelola, meningkatkan kualitas sumber daya, memperkuat kemitraan, serta menghasilkan lulusan yang kompeten dan profesional.
Melalui proses ini, Program Studi Sarjana Terapan Sanitasi Lingkungan diharapkan terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan menghasilkan tenaga kesehatan lingkungan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta tantangan pembangunan kesehatan di masa mendatang.
Poltekkes Kemenkes Banjarmasin berkomitmen menjaga mutu, memperkuat daya saing, dan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi kesehatan secara berkelanjutan.
Dokumentasi Kegiatan Asesmen Lapangan
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |



















